Bekas pemain Chelsea, Oscar, ungkap pemicu Mohamed Salah dan peluang usaha

Bekas pemain Chelsea, Oscar, ungkap pemicu Mohamed Salah dan peluang usaha Kevin De Bruyne tidak berhasil berkilau di The Blues. Ke-2 nya punyai permasalahan yang lain.

Salah dan De Bruyne sekarang menjelma http://patendo.com/peluang-usaha/ peluang usaha jadi bintang besar di Liga Inggris. Salah jadi mesin pencetak gol Liverpool, sedang De Bruyne ialah motor gempuran dari Manchester City.

Tetapi saat sebelum sukses di team setiap seperti sekarang ini, Salah dan De Bruyne sempat sama jalani periode peluang usaha susah di Chelsea. Ke-2 nya yang mendekat ke Stamford Bridge di umur yang muda kesusahan tembus team khusus The Blues.

Salah dan De Bruyne seringkali harus dipinjam saat sebelum dilepaskan secara tetap ke club lain. Salah keluar ke AS Roma pada 2016 sesudah cuman mengepak 19 performa peluang usaha bersama Chelsea. Sesaat, De Bruyne yang cuman membuat sembilan performa bersama Chelsea dibeli Wolfsburg pada 2014.


Bekas pemain Chelsea, Oscar, ungkap factor yang membuat Salah dan De Bruyne tidak berhasil berkilau di Team London Biru. Pemain dari Brasil ini memandang Salah tidak berhasil berkembang di Chelsea sebab permasalahan optimis karena begitu pemalu.


Masalah yang lain dirasakan oleh De Bruyne. Oscar menjelaskan jika pemain tengah asal Belgia ini sempat tampil janjikan. Tetapi selanjutnya, talentanya terpendam oleh luka di Chelsea.


De Bruyne sempat memberikan assist ke saya. Ada skema dengan (Eden) Hazard, De Bruyne dan saya bermain di baris tengah. Itu bekerja secara baik. Ia kurang mendapatkan peluang. Dia sempat bermain bagus tetapi selanjutnya luka," tutur Oscar diambil dari Mirror.


"Masalah Salah, itu berlainan. Ia tidak tertahan sepanjang latihan. Tetapi, selalu pemalu dan pendiam di luar lapangan."


"Sepanjang laga, saya anggap ia tidak mempunyai keyakinan diri sama seperti yang kami saksikan di club yang lain dibelanya sesudah Chelsea. Khususnya saat ini yang diperlihatkannya bersama Liverpool," terang pemain yang sekarang bela Shanghai Port FC ini.


Pep Guardiola tahu Manchester City demikian kehilangan Kevin De Bruyne. Tetapi, Citizens dilawan untuk selalu meluncur tanpa kedatangan De Bruyne.

City mendapatkan berita jelek di tengah-tengah usahanya memburu pucuk klassemen Liga Inggris. De Bruyne mendapatkan luka hamstring saat menang 2-0 atas Aston Villa tengah minggu tempo hari dan harus menyisih 4-6 minggu.


Kehlangan De Bruyne pasti benar-benar bikin rugi ingat peranan keutamaan untuk pergerakan luar biasa City musim ini.De Bruyne jadi jenderal tengah lapangan City sekalian mesin assist dengan keseluruhan 13 assist dari 25 performa di semua persaingan musim ini.


Guardiola sebagai manager tahu susahnya kehilangan pemain seperti De Bruyne. Tetapi di satu segi, Guardiola ingin ketahui apa City dapat terus kuat tanpa kedatangan pemain 29 tahun itu.


Tanpa Kevin De Bruyne, City sesungguhnya tetap punyai banyak pemain teratas di baris seperti Ilkay Guendogan, Rodri, Bernardo Silva, dan Phil Foden.


"Anda harus tahu jika saya akan kehilangan sekali Kevin dan kami akan merrindukannya, ia hampir tidak terpindahkan dengan kualitas permainannya. Ia ialah pemain terhebat Premier League musim kemarin, jadi kami ketahui begitu baiknya ia," tutur Guardiola di Manchester Evening News.


"Kami akan rindukan Kevin, kami akan menantinya seperti kami menanti Sergio Aguero sepanjang satu tahun lama waktunya. Kami nyaris satu tahun tanpa Sergio, penyerang terhebat di club ini," tambahnya.


"Kami harus mendapati jalan keluarnya. Kami menang 3-1 di Stamford Bridge dengan cuman bawa 14 pemain di team khusus, sebab jumlahnya luka, covid, dan lain-lain, tetapi kami masih kompak dan tampil oke. Sebagai manager dan team pelatih, kami harus mendapati jalan keluar untuk Kevin yang cari tidak terpindahkan, dengan kualitas luar umumnya."


"Cuman ini yang dapat kami kerjakan, kami telah melakukan dan kami akan kerjakan itu kembali yang akan datang," tutup Pep Guardiola.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Martin Odegaard bukan pemain pertama yang wajib tinggalkan branding

Manchester United sekarang tengah berkompetisi dalam peluang usaha

AC Milan kembali ada pada kondisi yang susah menjelang nama perusahaan