AC Milan kembali ada pada kondisi yang susah menjelang nama perusahaan

AC Milan kembali ada pada kondisi yang susah menjelang nama perusahaan pertandingan menantang Bologna. Milan kehilangan beberapa pilar di status playmaker dan kemungkinan mainkan Daniel Maldini pada status itu.


Milan akan bertemu Bologna di minggu https://patendo.com/nama-perusahaan/ nama perusahaan ke-20 Serie A, Sabtu (28/1/2021) malam WIB. Pertandingan di Stadion Renato Dall'Ara ini penting untuk Milan yang saat ini sedang sempoyong.


Milan menelan dua kekalahan menjelang kunjungan ke basis nama perusahaan Bologna. Milan barusan kalah atas Atalanta di minggu ke-19 Serie A dan kalah atas Inter Milan di Coppa Italia.


Milan tidak cuma kalah atas Inter Milan. Beberapa berita jelek lain mengikut nama perusahaan hasil itu. Kecuali luka yang dirasakan Simon Kjaer, Milan kehilangan Brahim Diaz sebab alami luka.


Pemain dari Spanyol disangsikan siap untuk bermain di pertandingan melawan Bologna.


Saat sebelum Diaz menyisih, Milan juga kehilangan playmaker lain yaitu Hakan Calhanoglu. Pemain dari Turki mangkir beberapa pertandingan paling akhir dan memberikan imbas yang besar sekali pada kreasi baris serang Milan.


Pelatih Stefano Pioli sempat mainkan Soualiho Meite di status Calhanoglu. Tetapi, pemain 26 tahun tidak punyai kemampuan untuk menjadi playmaker. Meite lebih pas bermain sebagai pivot bersama Franck Kessie.


Diambil dari MilanNews, sekarang beberapa pilihan coba ditingkatkan Stefano Pioli pada sesion latihan Milan. Salah satunya pilihan yang kemungkinan diputuskan ialah mainkan Daniel Maldini di status pemain striker tengah.


Pemain 19 tahun punyai kemampuan untuk mainkan status ini. Namun, ia belumlah cukup pengalaman. Maldini tidak pernah bermain sebagai pemain utama semenjak jalani kiprah di Serie A musim kemarin.


Laporan yang serupa menyebutkan jika Daniel Maldini bukan salah satu pilihan yang dicoba Pioli. Ia buka peluang mainkan Ante Rebic atau Mario Manduzukic pada status itu.


Walau telah ditempati oleh beberapa pemain tengah berpotensi, Juventus masih pengin menambahkan amunisi di bidang tengah. Beritanya, mereka hidupkan kembali ketertarikan pada pemain Olympique Lyon, Houssem Aouar.


Nama Aouar semakin ramai dibicarakan semenjak dianya mulai jadi sisi penting dalam tim Lyon pada musim 2017/18. Pada waktu itu, pemain berusia 22 tahun itu sukses kantongi 44 performa di semua gelaran.


Performnya makin bagus sampai menarik perhatian dari bermacam club raksasa Eropa. Kesuksesan Lyon menendang Juventus dari persaingan Liga Champions di tahun 2020 lalu juga makin mengorbitkan namanya.


Beberapa laporan sempat menyampaikan jika Aouar akan beralih ke club lain pada musim panas tempo hari. Tetapi mendekati penutupan transfer bursa, Aouar melantangkan kesetiaannya ke Lyon.


Juvesih Meminati Aouar

Saat ditanyakan masalah periode depannya, Aouar selalu menjawab jika dianya pengin berada di Parc Olympique Lyonnais. Tetapi pengakuan itu tidak membuat isu yang menyangkutkan dianya dengan club lain jadi stop tersebar.


Belakangan ini ahli transfer asal Italia, Gianluca Di Marzio, mengutarakan jika Juventus kembali dekati Aouar. Mereka coba manfaatkan si agen yang belakangan ini merajut jalinan dengan juara bertahan Italia itu.


Baru saja ini, Juventus resmikan transfer Marley Ake dari Olympique Lyon yang diganti dengan Franco Tongya. Kebenaran, Ake dan Aouar dinaungi oleh agen yang serupa.


Berkompetisi dengan Arsenal

Pasti, Juventus harus bergerak cepat bila inginkan layanan Aouar. Pasalnya club raksasa Inggris, Arsenal, sudah lakukan pendekatan pada si pemain tengah lama.


Bahkan juga pada musim panas tempo hari, mereka mempunyai peluang terbesar untuk landingkan Aouar. Namun, harga yang diputuskan oleh Lyon membuat mereka harus mundur dengan teratur.


Walau demikian, Arsenal belum juga berserah. Beberapa laporan sempat menjelaskan jika the Gunners akan mengambilnya pada bulan Januari ini. Tetapi ingat saat yang sisa sedikit, kemungkinan besar mereka akan coba mengambilnya lag pada musim panas kedepan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Martin Odegaard bukan pemain pertama yang wajib tinggalkan branding

Manchester United sekarang tengah berkompetisi dalam peluang usaha